Kita sebagai pemuda memerlukan pola pikir yang positif akan negara kita, yang dimaksud dari hal ini adalah kita harus sadar bahwa kita terlahir di Tanah Air Indonesia yang sudah merdeka. Jika kita lihat lagi kebelakang, kita tidak perlu lagi berjuang sampai-sampai bertumpah darah lagi karena kita sudah ada di era dimana negara kita sudah merdeka. “Perubahan dan terobosan yang sudah terjadi harus semakin kita perluas manfaat dan dampak yang sudah dihasilkan harus semakin kita amplifikasi,” kata dia. Dia menilai, Gerakan Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya adalah salah satu upaya mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa. Dia mengaku ada perubahan setelah sistem ini diterapkan. Salah satu Pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai Pendidikan yaitu pendidikan adalah upaya untuk memerdekakan manusia baik secara lahir maupun secara batin. Sehingga dalam kegiatan pembelajaran pun sebagai seorang pendidik kita harus dapat mengimplementasikan pengajaran yang memerdekakan anak didik. Namun apakah kita sudah bisa memerdekakan anak Negara kita telah mencapai kemerdekaan selama empat puluh dua tahun dan telah membangun dengan pesatnya di dalam semua bidang seperti ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial, politik, dan lain-lain lagi, termasuk di dalam bidang agama dan umatnya yang telah melangkah maju ke depan dengan jayanya. Dalam kehidupan bernegara pancasila adalah pedoman kehidupan bagi seluruh rakyat, serta ideologi dasar dalam kehidupan bagi negara Indonesia, tidak hanya dibaca namun juga harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki 17.504 pulau, 1.304 suku dan memiliki 6 agama yang diakui yaitu Islam, Hindu Cari soal sekolah lainnya. KOMPAS.com - Bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang hingga proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Nama Indonesia mulai diperkenalkan pertama kali oleh pria asal Skotlandia bernama James Richardson Logan. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Staf pengajar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Satya Arinanto menegaskan bahwa hingga 60 tahun kemerdekaan, upaya memerdekakan hukum dari cengkeraman pemikiran kolonial belum sepenuhnya berhasil. Inventarisir yang pernah dilakukan Badan Pembinaan Hukum Nasional menunjukkan masih ada sekitar 380 perundang-undangan produk zaman Belanda yang Tujuan negara yang sangat luhur tersebut, telah dipikirkan, digagas serta dituangkan dalam sebuah dokumen Negara, sehingga Negara dan kita sebagai warga Negara yang baik berkewajiban untuk melaksanakan dan mencapai tujuan tersebut. Tetapi apakah tujuan sebagai Negara yang merdeka tersebut sudah tercapai di usia yang 78 ini? Kita sudah merdeka sejak 77 tahun lalu. Bekerja, belajar, dan beribadah sekarang bebas dan aman dilakukan setiap saat. Tak ada lagi ketakutan seperti dulu pernah dirasakan. Bekerja, belajar, dan beribadah sekarang bebas dan aman dilakukan setiap saat. Dalam konteks beragama, apakah kita sudah merdeka? Pertanyaan ini dapat dijawab dari dua sisi. Sebenarnya nggak perlu, sih. Karena berbagai kalangan sudah memaklumi kemerdekaan Indonesia yang ke-74 ini. Bayangkan saja, sudah 74 tahun lamanya status kemerdekaan negara kita terima begitu saja. Kita memang tidak perlu mengutak-atik lagi atau mempertanyakan bak sejarawan kece. Sudah, akui saja. Ya akui saja. Refleksi HUT RI Merdeka dan memerdekakan, dua kata yang mengandung makna mendalam dalam setiap gerak langkah perjuangan bangsa Indonesia, merdeka dari penjajah sudah kita lewati dengan perjuangan secara fisikyaitu bertempur secara langsung menghadapi penjajah.Pasca kemerdekaan, kita harus mempertahankan kemerdekaan dengan mengisi pembangunan. Pertanyaannya adalah apakah bangsa Indonesia sudah Semasa rakyat Malaysia merayakan ulang tahun kemerdekaan ke-63 negara atau Merdeka hari ini, kita mengabaikan satu aspek yang sangat penting dari maksud Merdeka. Merdeka lebih dari sekadar penghujung penjajahan dan pencapaian pemerintahan sendiri. Ia juga mengenai kebebasan, persamaan, keadilan, dan penghapusan belenggu yang memperhambakan Kita akan menguraikannya dalam 7 tulisan berseri, yakni 1) Demokrasi Harus Diselamatkan; 2) Ketimpangan Sosial dan Kemiskinan; 3) Kepemimpinan Ideal; 4) Agenda Anti Korupsi; 5) Anti Islamophobia; 6) Kedaulatan Bangsa dan Geopolitik; 7. Persatuan Nasional. Kita mulai dari seri ke-1. Demokrasi Harus Diselamatkan. Demokrasi harus diselamatkan. Hari ini kita merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke – 67 tahun. Hari yang patut dirayakan dengan penuh kegembiraan. Tapi, mari coba kita renungkan sejenak, apakah tujuan dari kemerdekaan kita sudah tercapai, minimal sedang progress menuju ke sana, atau malah semakin jauh dari tujuannya? Berdasarkan pengertian ini, jelas ada indikator dan syarat apabila suatu bangsa ingin dikatakan merdeka. Dan bila dikatakan lepas dari penjajah, maka bangsa Indonesia sudah dapat dikategorikan sebagai bangsa yang telah merdeka. Namun, penulis memandang bahwa kemerdekaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia bukanlah kemerdekaan yang sesungguhnya. 5kBpzti.

apakah negara kita sudah merdeka